Kehidupan manusia hanyalah bersifat sementara, itulah yang biasa di sebut-sebut oleh segelintir orang yang memang merasa bahawa realitas hidup tidak akan bertahan selamanya, akan ada akhir dari perjalanan hidup cucu-cucu adam. Bahkan semua umat manusia yang hidup dan berada di atas bumi ini menyadari pula akan hal tersebut. Hidup, apa itu hidup? Apakah hidup itu mimpi, atau hidup itu sebelum mati? Sayyidina Ali bin abi thalib pernah mengatakan bahwa ‘ ketika ajal manusia itu lepas dari tubuh nya maka di saat itu pula mereka akan sadar bahwa mereka barulah terbangun dari tidur panjang nya’.. apa arti dariperkataan beliau? Bukan berarti kita hidup dalam keadaan tertidur kah, atau bermimpi kah.. ya, dunia adalah fatamorgana semua yang ada di dalam nya hanyalah selingan untuk mengambil sebanyak mungkin butir amal kebaikan lalu akan kita tanam di alam akhirat yang berartikan dunia yang sesungguhnya dan bersifat kekal dan abadi.
Said MC. Al-Mahdaly
Berbagai macam bentuk tulisan,
Selasa, 17 Mei 2011
Senin, 16 Mei 2011
Bentuk Motivasi
Ketika anda merasa jatuh dalam sebuah kesalahan yang mungkin anda tidak mengginginkan kesalahan itu terjadi, maka penyesalan lah yang terpikir oleh anda. Konon orang mengatakan bahwa penyesalan itu sungguh menakutkan, lantas apakah anda harus diam, atau berhenti dari profesi yang anda kerjakan dulu? Jawabannya, tentu tidak.....
Bukankah kesalahan adalah guru kita, pengalaman kita untuk berorientasi lebih optimal lagi dari sebelumnya sehingga titik temu penyebab kesalahan kita terdahulu akan terakomodir secara baik, seperti kata-kata tersebut “Pengalaman lah yang akan mengantar kita kejalan yang lebih ‘baik’ atau sesuai dengan ambisi pribadi kita”.
Kesalahan, itu juga pengalaman. Dan pengalaman juga merupakan guru ideal bagi setiap manusia yang reaktif. Berhenti lah berdiam diri, seperti kata orang bijak ‘Jika anda jatuh sembilan kali, maka anda harus bangun ke yang sepuluh kalinya, jika tidak bisa maka duduk terlebih dahulu’. Artinya, kita jangan terlarut di dalam arogansi kesalahan itu, soyogiyanya kita merekonstruksi kembali kesalahan dan capailah kesuksesan.
Jangan pula terlalu terlarut di dalam sanksi moral atau pun cemoohan di sekeliling anda, jstru anda harus bisa menjadikan itu semua sebagai motivasi dan kesadaran untuk bangkit, dengan argument mematahkan persepsi-persepsi pedas yang selama ini menyelimuti anda.
Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah : memulai segalanya dari nol/bawah, kuatkan mental untuk masuk kedalam sistem yang menjatuhkan anda, artinya berikan sedikit pola perubahan pada sistem tersebut dengan penyatuan ide. Dan tetap berdiri pada kemajuan/kesinambungan.
Langganan:
Postingan (Atom)